0

the joy of being a dentist

SERUNYA JADI DOKTER GIGI.

Kemarin jumat beneran ngerasain salah satu hal yang menyenangkan di duniaku ini. So.. Jumat kemarin, walau kata kakak kelas jumat itu hari yang gak enak utk kerja pasien krn dosen datang dan pergi begitu saja, aku kemarin tetep kerja pasien, mumpung ada gitu.. Dan sebulan ini aku baru kerja dikit pol jadi jumat kemarin ya kerja aja.

Aku kerja tumpatan komposit, kelas VI.

klas vi.jpg

Jadi, pasienku datang dengan gigi patah. Biasanya kan kalo patah krn kecelakaan itu yang kena gigi rahang atas, tapi.. si pasienku ini malah patah di rahang bawah. Udah patah dari 3 tahun yang lalu tapi baru sakit akhir-akhir ini. Nyerinya kalo ada rangsangan aja, kalo makan-minum dingin. Nyerinya gak tiba-tiba so..Diagnosis: Pulpitis Reversibel.

Nah.. Untuk kelas VI ini kan butuh crown form. Berhubung aku baru ketemu pasien kemarin, drpd salah beli ya aku liat giginya dia dulu, seberapa ukurannya. Lalu beli deh kemarin, yang satuan di depo. Cuma ada 2 ukuran. Satunya cuilik pol, jadi aku beli yg lebih gede.

Eh ternyata.. gak cukup :””'(.. Akhirnya terpaksa deh beli yg satu bungkus isi 5. Harganya 85 rb so 1 crown form itu 17.000an huaa :’. Dan cuma tersedia 1 ukuran. hmm..

trus tak cobain ke pasiennya kegedean..

hiks.

Lalu.. aku tanya ke instruktur aka dosenku perkara crown form yg kegedean. Kegedean disini itu jarak mesial distalnya.. Katanya gak papa kalo dipotong dikit proximalnya.. Pokoknya cover seluruh insisal. Jadi.. Walau pake crown form, numpatnya tetep layer by layer. Gak langsung komposi dimasukin ke crown form lalu tancep and done. Pelan-pelan lah.. 3x layering biar apik, rapi..

Wuoo.. layering ke 2 udh mbentuk giginya.. Warna kompositnya jg mirip bgt sm giginya. Alhamdulillah.. Berhubung cm disediakan 2 warna komposit. Aku pake A3,5 krn warna gigi pasien cukup gelap, ya lumayan kuning gitu. Layer terakhir pake crown form. Sempet takut gak bisa lepas crown formnya krn dengerin cerita anak2 kok serem pol gt. Tapi sebelum disinar udh tak rapikan, kelebihan komposit udh tak bersihkan, dan ada kelebihan crown form (yg letaknya lebih apikal) bebas dari komposit. Setelah disinar, crown form tak ambil pake bantuan sonde.. dan lepas dengan mudahnya.. Alhamdulillah.

Lalu tak finishing biar rapi.. ada kelebihan2 dikit sih emang. Next time semoga lebih presisi. Trus tak cek dengan articulating paper. Yg kontak berat tak kurangi lg pake fine finishing diamond bur.. Lalu polesss with my own KENDA polishers.. (biasanya pinjem temen wkwk).

Dan hasilnya… wow.. Sumpah sueneng.. Dari yg patah lumayan gede.. lalu balik giginya jadi seperti semula itu sueneng ya. Apalagi gigi depan kan pengaruh ke estetik. Rasanya bikin estetik pasien jd sedikit lebih baik itu.. wow.

Seneng bgt.Sebelumnya aku kerja kelas 1 dan kelas 5 (tp di palatal) jadi kan hasilnya ga sepiro keliatan. Dan kelas 1ku rada mengecewakan sih, esthetically, anatomically.. Warna gak sesuai sm warna gigi, terlalu terang tumpatanku jd kayak gidal gitu.. menurutku sih.  Dan.. anatomically juga kurang mbentuk yg bener2 sesuai anatominya.. Pengennya kan kelaitan gt mana fissurenya dll. So.. kerjaanku kemarin bener2 bikin makin cinta sama dunia kedokteran gigi haha.Anyway, gambar after treatment menyusul ya. Lupa belum foto kemarin.. Ntar deh nunggu pasien kontrol.

Such a long story ya.. I should’ve been looking for patients padahal :'(. Hmm.. Doakan saja dunia per-koas-an ini lancar.. AAMIIN:)

APDET:
pas kontrol keburu2 so gak sempet foto hiks
next time deh :”)

0

Bedah Mulut: Tumor/Neoplasma? Odontogen/Non Odontogen?

Ameloblastoma (Mohanty et al., 2013 (link)

Apa itu tumor?
Secara harafiah, tumor merupakan setiap pembengkakan. Namun, gak semua tumor bersifat neoplastik. Tumor yang non neoplastik contohnya hiperplasia (e.g. iritasi fibroma, epulis gravidarum, epulis granulomatosa)

Apa perbedaan tumor yang neoplastik dan non neoplastik?
Neoplastik — 
penyebabnya sering tidak diketahui
Non neoplastik —
1. Penyebab biasanya diketahui. Contoh: epulis fisuratum karena ill-fitting denture, epulis fibromatosa karena sisa akar yang tajam atau bisa juga karena karies proksimal, dllsbg.
2. Apabila kausa dihilangkan, pertumbuhan bisa berhenti, bahkan hilang => karena dia ini merupakan suatu bentuk pertumbuhan yang reaktif (remember! ada aksi -> terjadi reaksi)

Tapi.. dalam perkembangan bidang onkologi, tumor merupakan istilah klinis untuk lesi neoplastik.

Tumor/Neoplasma ada 2 macam:
1. Jinak (e.g. ameloblastoma)
2. Ganas (e.g. squamous cell carcinoma)

Tumor non odontogenik (Primary non-odontogenic neoplasm of bone)
primary?  Ya, lesi ini bukan lesi metastatik atau sekunder, yakni lesi ini terjadi pada rahang bukan karena metastase dari thyroid, paru, mammae, dkk
bisakah tumor odontogen dan non odontogen dibedakan secara klinis?
SULIT.. Tapi, tumor non odontogen memang sih lebih jarang dibanding tumor odontogen.

Tumor odontogen sendiri berasal dari sisa-sisa jaringan pembentuk gigi, bukan dari gigi-gigi peranen yang udah terbentuk. Pada proses pembentukan gigi, jaringan yang gak berfungsi seharusnya mengalami kematian terprogram (apoptosis), tapi.. jaringan-jaringan pembentuk gigi yang gak apoptosis (remnant) bisa berproliferasi jadi tumor, kista
contohnya.. AMELOBLASTOMA.. Ameloblastoma ini penyebabnya ya karena sisa” jaringan odontogen tersebut

Jadi, untuk menentukan apakah tumor itu odontogen atau non odontogen, perlu pemeriksaan mikroskopik (HPA). 

File:Ameloblastoma - very high mag.jpg

HPA Ameloblastoma (dari: https://commons.wikimedia.org)

La trus, kita sebagai dokter gigi harus gimana sebelum melakukan pemeriksaan mikroskopik?
KATAKAN:
“Ini merupakan tumor/neoplasma rahang kesan jinak, kecurigaan/suspect ameloblastoma (/ossifying fibroma)”
kenapa begitu?
Karena menurut literatur, 80% tumor pada rahang ialah tumor odontogen, dan 80% dari tumor odontogen tsb ialah ameloblastoma. Sisanya merupakan primary non odontogenic tumor, dengan presentase terbesar ialah ossifying fibroma.

Jadi nggak boleh langsung cus diagnosa itu masalahnya sblm ditunjang dengan pemeriksaan penunjang ini.

sekilas tentang Tumor epithelial odontogenik
Ameloblastoma

-paling sering
-biasanya di angulus
-agresif dibandingkan AOT (adenomatoid odontogenic tumor), CEOT (calcifying epithelial odontogenic tumor).. Maka penanganannya beda
kalo CEOT –> dikerok/kuret aja bisa karena dia berkapsul
sedangkan AMELOBLASTOMA perlu reseksi rahang, bukan kuret, karena dia gak berkapsul, dan juga infiltrasi ke jaringan sekitar. Kalo dikuret aja maka bisa recurrent (kambuh)

Sekian.. Materi di atas dari kuliah BM, diajar oleh dosen saya yang merupakan wisudawan terbaik S3 I.Ked Unair. WOW. Sayang kalo gak dishare, I really like the way my teacher taught this, so ngorek otak haha..
semoga bermanfaat!!

Next post: Konservasi Gigi:direct & indirect veneering. COMING SOON ye!!